Yogyakarta - relindobojonegoro.com | Hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan sebuah pohon Asam setinggi lebih kurang 10 meter ambruk. Naasnya, pohon besar di depan RS Bethesda Yogyakarta tersebut menimpa dua orang pengendara motor dan satu unit Kijang Inova bernopol AD 8848 RC yang sedang melalui jalan tempat pohon tumbang tersebut, Senin (23/2/2015).
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Februari 2015
Jumat, 20 Februari 2015
Warga Sekitar Gunung Raung Mengungsi
Kepala Desa Sumber Wringin (bp Maryudi)
Warga sekitar lereng Gunung Raung, Bondowoso, Jawa Timur, mulai mengungsi meninggalkan kediamannya,dikarenakan semakin sering dan kerasnya suara gemuruh dan dentuman dari kawah gunung
Pengungsian mandiri warga sudah dimulai sejak Sabtu 14 Februari lalu dan kebanyakan dilakukan oleh Lansia beserta balita, sedangkan kaum pria produktif klo pagi kembali guna berladang
Warga sekitar lereng Gunung Raung, Bondowoso, Jawa Timur, mulai mengungsi meninggalkan kediamannya,dikarenakan semakin sering dan kerasnya suara gemuruh dan dentuman dari kawah gunung
Pengungsian mandiri warga sudah dimulai sejak Sabtu 14 Februari lalu dan kebanyakan dilakukan oleh Lansia beserta balita, sedangkan kaum pria produktif klo pagi kembali guna berladang
Senin, 09 Februari 2015
Luapan Kali Lamong Rendam Ribuan Rumah
Minggu, 08 Februari 2015
Hujan Sejak Dini Hari, 49 Titik di Jakarta Tergenang
Bojonegoro - relindobojonegoro.com | Jakarta sejak Senin, pukul 02.00 WIB (9/2/2015) diguyur hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui rilisnya menyampaikan 49 titik genangan di Jakarta hingga Senin (9/2/2015) pukul 06.00 WIB.
Minggu, 01 Februari 2015
Longsor di Lereng Bromo, 11 rumah Tertimbun
Bojonegoro - relindobojonegoro.com | Peristiwa tanah longsor telah menimbun 11 rumah warga di lereng Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akibat curah hujan yang tinggi disertai angin selama kurang lebih dua hingga tiga jam (1/2/2015).
Senin, 26 Januari 2015
BANJIR BANDANG LANDA 5 KECAMATAN DI PESISIR SELATAN
Bojonegoro - Relindo | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak bencana pasca banjir bandang yang menerjang wilayah di Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat hingga hari ini (25/1). Banjir bandang menerjang 21 desa di 5 kecamatan pada Jumat lalu (23/1), pukul 17.00 WIB.
.
Kelima kecamatan yang wilayah desa terdampak adalah Kecamatan IV Jurai (Desa Salido, Bungo Pasang, Tambang, Koto Rawang, Salido Sari Bulan, Painan Selatan, Sungai Gayo, Bukik Kaciak Lumpo, Balai Senayan, Lumpo, Limau Gadang Lumpo, Taratak Tangah Lumpo, Sungai Sariak Lumpo), Kecamatan Bayang (Desa Gurun Panjang, Gurun Panjang Barat, Gurun Panjang Utara), Kecamatan Linggo Sari Baganti (Desa Muoro Kandis), Kecamatan Batang Kapas (Desa IV Koto Hilia, IV Koto Mudiak), dan Kecamatan Ranah Apek Hulu Tapan meliputi (Desa Binjai dan Kampung Tangah). Kecamatan IV Jurai merupakan wilayah terluas yang mengalami dampak pasca banjir ini.
Dua orang yang hilang terseret banjir, pada siang tadi (25/1), pukul 12.00 WIB ditemukan satu orang di Koto Rawang dalam kondisi meninggal dunia yaitu Ridwan (60). Sementara itu, satu orang masih hilang yaitu Abu Nazar Katiak (78). Sekitar 7.836 orang mengungsi. Sebagian besar sudah kembali ke rumah saat ini, sedangkan yang rumahnya rusak berat mengungsi ke rumah kerabat.
Kerugian materil meliputi rumah hanyut (3 unit), rumah rusak berat (18 unit), rumah rusak sedang (4 unit), rumah rusak ringan (632 unit), rumah terendam (2.094 unit), sekolah rusak berat (2 unit), jalan kabuapten rusak (55 meter), dan jembatan rusak berat (16 unit). Kerugian juga berdampak pada wilayah pertanian, yaitu 148 ha sawah, 64 ha kebun dan 5 ha kolam rusak.
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan menyebabkan aliran sungai batang salido, Sungai Batang Painan, dan Sungai batang Jalamu meluap.
BPBD setempat melakukan pencariaan korban hilang. Selain itu, mereka bersama dengan masyarakat melakukan kerja bakti untuk membersihkan lumpur di rumah korban.
Sumber : BNPB
Langganan:
Postingan (Atom)




