Banjarnegara - Relindo | Musibah bencana nyaris tak berjeda melanda negeri ini. Gunung meletus, banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, pesawat terbang jatuh, silih berganti menyapa berbagai belahan pelosok negeri. Namun demikian, geliat empati dan kepedulian anak bangsa pun terhadap semua itu tak jua menyurut, bahkan kian tumbuh subur bak cendawan di musim hujan.
Setidaknya, hal ini begitu terlihat di lokasi bencana maupun tempat-tempat pengungsian korban tanah longsor Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kec. Karangkobar, Banjarnegara, Jateng.
Setidaknya, hal ini begitu terlihat di lokasi bencana maupun tempat-tempat pengungsian korban tanah longsor Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kec. Karangkobar, Banjarnegara, Jateng.
Ketika tim Relindo Bojonegoro berada di lokasi bencana (23/12/2014) dan tempat pengungsian korban longsor Banjarnegara, selain dari pihak pemerintah setempat, masih cukup banyak relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan yang mencurahkan perhatian dan kepedulian untuk membantu dan mendampingi masa-masa sulit yang dihadapi para korban bencana longsor. Selain bantuan logistik untuk makan, pakaian dan hunian sementara, mereka juga melakukan penanganan trauma psikis dampak bencana longsor yang cukup dahsyat itu.
Stok bantuan logistik cukup melimpah, bahkan cenderung stok logistik melebihi kebutuhan . Hal ini terlihat di 16 rumah warga yang dijadikan gudang logistik bantuan, belum lagi termasuk stok logistik yang sementara ini ditampung di gedung-gedung pemerintah. Kondisi seperti inilah yang akhirnya menjadi pertimbangan Relindo Bojonegoro dalam penyaluran bantuan hasil penggalangan masyarakat Bojonegoro tidak sepenuhnya diwujudkan dalam bentuk barang.
Relindo Bojonegoro justru melihat peluang yang butuh penanganan tak kalah penting, serius dan sifatnya berkelanjutan adalah penanganan bidang psikis para pengungsi. Karenanya, sebagai relevansinya Relindo Bojonegoro menggandeng sebuah yayasan lokal yang menaungi
Lembaga pendidikan Islamic Boarding School Hidayatul Falaah yang berlokasi di Kec. Karangkobar, Banjarnegara sebagai tempat penyaluran bantuan dana.
Lembaga pendidikan Islamic Boarding School Hidayatul Falaah yang berlokasi di Kec. Karangkobar, Banjarnegara sebagai tempat penyaluran bantuan dana.
Abdul Aziz, S.Ag, selaku pimpinan Islamic Boarding School Hidayatul Falaah, mengungkapkan, "Ustadz-ustadz di sini bersama para santri sejak dari awal bencana berusaha fokus menyalurkan bantuan logistik dan pendampingan psikis para pengungsi di lima titik pengungsian yang jumlahnya hampir 400 orang, yakni di Desa Sampang dan Desa Leksana, Kec. Karangkobar".
Untuk kegiatan pendampingan psikis bagi para pengungsi memang bukan materi yang dibutuhkan, tetapi kebutuhan untuk biaya operasional juga tak bisa dibilang sedikit. Oleh karena itulah, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, MSc. (Walikota Depok) yang beberapa hari sebelumnya juga menyambangi sekretariat lembaga tersebut memahami betul kondisi lapangan seperti itu, beliau pun memberikan suntikan dana 10 juta untuk biaya operasional lembaga pimpinan Abdul Aziz, S.Ag itu.
Hingga saat ini empati warga Bojonegoro juga masih saja tak berhenti. Diana Kurniawati (Ketua Bidang Fundrising Relindo Bojonegoro) mengungkapkan, "Hari ini (7/1/2015) ada seorang ibu dari luar kota memberikan donasi untuk Banjarnegara Rp.273.000,- dan saya bilang, kami sudah salurkan logistik dan sebagian dana, bahkan masih ada saldo, tapi beliau bilang, 'kalau begitu untuk siaga bencana berikutnya, itu uang lebihan dari sesuatu yang sudah saya anggarkan".
Ahmad Rif'an, Ketua Relindo Bojonegoro, menjelaskan, " Di Banjarnegara kami menyalurkan amanah bantuan warga Bojonegoro berupa mie instan, susu, minyak goreng, popok bayi dan pakaian layak serta dana operasional, sedangkan sisa dana amanah warga akan kami alihkan untuk dana siaga bencana lain, karena seperti Bojonegoro juga berpotensi bencana banjir".
(4h4)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar